A. STRATEGI BELAJAR
1.
Strategi Mengulang
Dalam proses belajar harus melakukan tindakan pada
informasi baru tersebut dan menghubungkan informasi baru itu dengan pengetahuan
awal. Strategi-strategi yang digunakan untuk proses pengkodean ini disebut Strategi mengulang atau rehearsal strategies, yang terditri
dari jenis : Mengulang sederhana
atau rote rehearsal dan mengulang kompleks atau complex rehearsal.
a. Mengulang
sederhana
Seperti yang
diketahui dengan baik strategi
mengulang yang paling dasar, yakni sekedar mengulanng dengan keras atau
dengan pelan informasi yang ingin kita hafal. Strategi ini di sebut Mengulang sederhana,dan digunakan
untuk menghafal nomor telepon dan arah ke suatu tempat tertentu untuk suatu
periode jangka pendek, misalnya, ketika kita tidak memiliki pensil atau kertas
untuk menulis informasi tersebut. Kita juga menggunakan mengulang sederhana untuk menghafal daftar belanjaan yang akan di
beli. Hanya dengan mengulang informasi secara terus-menerus akan membantu
mempertahankan informasi sederhana tetap berada dalam memori jangka pendek,
kecuali kita mengelaborasi informasi tersebut mengkaitkan nomor telepon
tersebut sebagai misal dengan sesuatu yang bermakna. Kecil kemugkinannya nomor
itu akan pindah ke memori jangka panjang. Lebih dari itu, hanya dengan
mengulang dan mengucapkan tidak banyak membantu apabila melibatkan informasi
lebih kompleks. Seorang pelajar tidak dapat mengingat seluruh kata atau ide
dalam sebuah buku hanya dengan membaca buku itu keras–keras.
b. Mengulang
kompleks
Penyerapan bahan lebih kompleks memerlukan strategi mengulang Kompleks yang perlu
melakukan upaya lebih jauh dari sekedar mengulang informasi. Menggarisbawahi
ide-ide kunci dan membuat catatan pinggir adalah dua strategi mengulang
kompleks yang dapat di ajarkan kepada siswa untuk membantu mereka mengingat
bahan ajar yang lebih kompleks.
Adapun mengulang kompleks terbagi atas :
1)
menggaris bawahi
Menggarisbawahi ide-ide kunci dari suatu teks adalah
suatu tenik yang kebanyakan siswa telah belajar pada saat mereka masuk ke
perguruan tinggi. Menggarisbawahi, membantu siswa belajar lebih banyak dari
teks karena beberapa alasan. Pertama, menggarisbawahi secara pisik
menemukan ide-ide kumci. Oleh karena itu membuat pengulangan dan penghafalan
lebih cepat dan efisien. Kedua, proses pemilihan apa yang di garisbawahi
membantu dalam menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan yang telah ada.
Sayangnya siswa tidak selalu menggunakan prosedur menggarisbawahi secara
effective. Suatu kesalahan umum adalah menggarisbawahi hampir segala sesuatu.
Jelas bahwa cara seperti itu tidak membantu menonjolkan informasi penting atau
memungkinkan pengulangan cepat sebelum menghadapi test. Kadang-kadang siswa
juga menggarisbawahi informasi yang tidak relevaan. Hal ini khususnya benar
terjadi pada siswa-sisiwa sekolah dasar dan SLTP yang mengalami kesulitan
menentukan informasi mana yang paling dan kuarang penting.
2)
catatan-catatan pinggir
Membuat catatan-catatan pinggir dan catatan-catatan
lain membantu melengkapi garis bawah dan merupakan contoh lain dari strategi
menghafal kompleks. Perlu diperhatikan bahwa siswa telah dapat melingkari
kata-kata yang tidak dimengerti, menggarisbawahi ide-ide penting, memberi nomor
dan membuat daftar kejadian, mengidentifikasi kalimat yang membingungkan, dan
menulis catatan-catatan dan komentar-komentar untuk diingat. Strategi mengulang
khusunya strategi mengulang kompleks, membantu siswa memperhatikan informasi
baru spesifik dan membantu pengkodean. Tetapi strategi ini tidak membantu siswa
menjadikan informasi baru lebih bermakna.
2. Strategi Elaborasi
Strategi elaborasi merupakan strategi belajar kedua.
Seperti tersirat pada namanya, elaborasi adalah proses penambahan rincian
sehingga informasi baru akan menjadi lebih bermakna, oleh karena itu membuat
pemindahan informasi baru dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang
dengan menciptakan gabungan dan hubungan antara informasi baru dan apa yang
telah diketahui. Pembuatan catatan, menggunakan analogi, dan metode PQ4R adalah
tiga strategi elaborasi yang sering digunakan yakni:
1)
pembuatan catatan
Sejumlah
besar informasi diberikan kepada siswa melalui dan demonstrasi guru.
Pembuatan catatan membantu siswa dalam mempelajari informasi ini dengan secara
singkat dan padat menyimpan informasi itu untuk ulangan dan hafal kelak. Bila
dilakukan dengan benar, pembuatan catatan juga membantu mengorganisasikan
informasi sehingga informasi itu dapat diproses dan di kaitkan dengan
pengetahuan yang telah ada secara lebih efektif. Sementara itu, sama dengan
halnya menggarisbawahi, banyak siswa adalah pembuat catatan kaki yang tidak efektif.
Sejumlah
siswa berusaha untuk menuliskan segala sesuatu yang dikatakan guru, sementara
siswa lain mengalami kesulitan untuk mengidentifikasi ide-ide penting dan
relevan. Di lain pihak, pembuat catatan yang efektif, menangkap ide-ide pokok
suatu presentasi dalam kata-kata mereka sendiri dalam bentuk kerangka
sedemikian rupa sehingga mereka lebih banyak menyisihkan waktu untuk memahami
presentasi dengan mengsintesakan dan merangkum poin-poin ide-ide penting.
2)
membuat analogi
Penggunaan analogi adalah cara lain dalam melakukan elaborasi. Analogi
adalah pembandingan yang dibuat untuk menunjukan kesamaan antara ciri-ciri
pokok sesuatu benda ide-ide, selain itu seluruh cirinya berbeda, seperti
jantung dengan pompa. Berikut ini diberikan dua contoh lain
ü Otak kita
adalah mirip sebuah computer yang menerima dan menyimpan informasi. Pencatat
sensori kita adalah mirip keyboard tempat dimana informasi masuk. Informasi ini
disimpan di dalam memori jangka panjang otak mirip seperti informasi disimpan
didalam hard disc computer
ü Sekolah
adalah seperti pabrik. Siswa adalah masukan mentah yang diproses menjadi hasil
akhir, orang-orang terdidik.
Apabila digunakan sebagai suatu strategi belajar,
catat bagaimana analogi mengkaitkan ide-ide baru cara-cara bagaimana otak atau
sekolah bekerja dengan ide-ide yang telah dipelajari computer atau pabrik.
3)
PQ4R
Strategi elaborasi lain telah lama dikenal guru, yaitu
metode PQ4R. Metode ini digunakan untuk membantu siswa mengikat apa yang mereka
baca. Mungkin sekali seorang siswa diajari metode ini pada saat di SD atau
SLTP. P singkatan dari preview ( Membaca selintas dengan
cepat ). Q untuk question (bertanya), dan 4 R singkatan dari Read
( Membaca), Reflect ( refleksi ). Recite ( Tanya jawab sendiri ),
dan review ( mengulang secara menyeluruh ). Siswa yang menggunakan PQ4R
akan diperintahkan untuk mendekati suatu tugas bacaan.
3. Strategi Organisasi
Strategi
ini bertujuan membantu siswa meningkatkan kebermaknaan materi baru yang
meliputi :
a.
Pembuatan Kerangka (Outlining)
Pembuatan
kerangka menyajikan poin-poin utama dari suatu materi dalam format yang
tersusun secara hirarkis. Dalam hal ini siswa belajar menghubungkan beragam
topik atau ide-ide kepada suatu ide utama.
b.
Pemetaan
(mapping)
Pemetaan
disebut juga peta konsep yaitu merupakan pendiagraman ide-ide utama dan
hubungan-hubungan antara ide-ide utama itu. Peta konsep menyatakan hubungan
bermakna antara konsep-konsep dalam bentuk proporsi-proporsi. Setiap proporsi
terdiri atas dua konsep yang dihubungkan dengan kata penghubung dan mengandung
gagasan yang bermakna.
4. Strategi Metakognitif
Strategi
metakognitif berhubungan dengan berpikir siswa tentang berpikir mereka sendiri
dan kemampuan mereka menggunakan strategi-strategi belajar tertentu dengan
tepat. Kebanyakan para ahli sependapat bahwa metakognisi memiliki dua komponen
: pengetahuan tentang kognisi, dan mekanisme pengendalian-diri seperti
pengendalian dan monitoring kognitif.
Pengetahuan
tentang kognisi terdiri dari informasi dan pemahaman yang dimiliki seorang
pebelajar tentang proses berfikirnya sendiri disamping pengetahuan tentang
berbagai Strategi belajar untuk digunakan dalam suatu situasi pembelajaran
tertentu. Pemonitoran kognisi adalah kemampuan siswa untuk memilih,
menggunakan, dan memonitor strategi-strategi belajar yang cocok dengan gaya
belajar mereka sendiri maupun dengan situasi yang sedang dihadapi.
Metakognitif berhubungan
dengan berpikir peserta didik tentang berpikir mereka sendiri dan kemampuan
menggunakan strategi belajar dengan tepat. Metakognisi memiliki dua komponen,
yakni pengetauan tentang kognisi dan mekanisme pengendalian atau monitoring
kognisi. Metakognisi mementingkan learning how to learn, yaitu belajar
bagaimana belajar. Strategi metakognitif merujuk pada teori
pemrosesan-informasi yang menujukkan pelaksanaan fungsi, yaitu strategi yang
melibatkan perencanaan pembelajaran, perenungan proses pembelajaran pada saat
pelaksanaan fungsi berlangsung, memonitor pemahaman dan produk sendiri, dan
mengevaluasi pembelajaran setelahmenyelesaikan suatu aktivitas.
Dengan kata lain yang termasuk dalam kelompok strategi
metakognitif adalah advance organizer, perhatian yang diarahkan,
perhatian terpilih, managemen diri sendiri, perencanaan fungsional, produksi
ganda, dan evaluasi diri.
Strategi metakognitif berhubungan dengan proses
berpikir peserta didik tentang berpikir mereka sendiri dan kemampuan
menggunakan strategi belajar dengan tepat. Metakognitif memiliki dua komponen
yaitu pengetahuan tentang kognisi dan dan mekanisme pengendalian atau
monitoring kognisi.
Metakognitif merupakan istilah umum yang berarti berpikir
tentang berpikir. Strategi
ini membuat para peserta didik menyadari proses membaca dan memecahkan
masalah. Mereka akan menjdai lebih menyadari ketrampilan yang diperlukan untuk
situasi belajar tertentu.
Disamping dapat mengidentifikasi proses atau
ketramppilan yang diperlukan untuk melakukan suatu tugas, para peserta didik
harus dapat menentukan apakan mereka menggunakan ketrampilan tersebut secaraa
benar. Strategi metakognitif ini adalah langkah yang dipakai untuk
mempertimbangkan proses kognitif, seperti pemantauan diri sendiri, penilaian
diri sendiri, dan pemantapan diri sendiri.
B. KESALAHAN-KESALAHAN DALAM BELAJAR
1. Meremehkan waktu belajar
Banyak siswa sering meremehkan waktu untuk belajar dan
sering mengulur-ulur waktu dalam belajar tanpa menyadari pentingnya waktu
belajar yang terbuang.
2. Terganggu konsentrasi
Siswa kadang melakukan aktivitas lain saat belajar yang
mengalihkan konsentrasi dan tidak fokus dalam proses belajarnya, misalnya
belajar sambil menonton televisi dan membuka sosial media.
3. Belajar hanya di kepala
Belajar
yang menggunakan metode menghafal dan tidak memahami apa yang ia pelajari.
4. Sistem kebut semalam
Belajar yang
hanya dilakukan pada saat tertentu, misalnya besok akan diadakan ujian, maka
seorang yang siswa yang menggunakan sistem ini akan tergesa-gesa dalam belajar.