Jumat, 22 Mei 2015

STRATEGI BELAJAR DAN KESALAHAN DALAM BELAJAR



A.     STRATEGI  BELAJAR
1.      Strategi  Mengulang
Dalam proses belajar harus melakukan tindakan pada informasi baru tersebut dan menghubungkan informasi baru itu dengan pengetahuan awal. Strategi-strategi yang digunakan untuk proses pengkodean ini disebut Strategi mengulang atau rehearsal strategies, yang terditri dari jenis : Mengulang sederhana atau rote rehearsal dan mengulang kompleks atau complex rehearsal.
a.       Mengulang sederhana
Seperti yang  diketahui dengan baik strategi mengulang yang paling dasar, yakni sekedar mengulanng dengan keras atau dengan pelan informasi yang ingin kita hafal. Strategi ini di sebut Mengulang sederhana,dan digunakan untuk menghafal nomor telepon dan arah ke suatu tempat tertentu untuk suatu periode jangka pendek, misalnya, ketika kita tidak memiliki pensil atau kertas untuk menulis informasi tersebut. Kita juga menggunakan mengulang sederhana untuk menghafal daftar belanjaan yang akan di beli. Hanya dengan mengulang informasi secara terus-menerus akan membantu mempertahankan informasi sederhana tetap berada dalam memori jangka pendek, kecuali kita mengelaborasi informasi tersebut mengkaitkan nomor telepon tersebut sebagai misal dengan sesuatu yang bermakna. Kecil kemugkinannya nomor itu akan pindah ke memori jangka panjang. Lebih dari itu, hanya dengan mengulang dan mengucapkan tidak banyak membantu apabila melibatkan informasi lebih kompleks. Seorang pelajar tidak dapat mengingat seluruh kata atau ide dalam sebuah buku hanya dengan membaca buku itu keras–keras.
b.      Mengulang kompleks
Penyerapan bahan lebih kompleks memerlukan strategi mengulang Kompleks yang perlu melakukan upaya lebih jauh dari sekedar mengulang informasi. Menggarisbawahi ide-ide kunci dan membuat catatan pinggir adalah dua strategi mengulang kompleks yang dapat di ajarkan kepada siswa untuk membantu mereka mengingat bahan ajar yang lebih kompleks.
Adapun mengulang kompleks terbagi atas :


1)      menggaris bawahi
Menggarisbawahi ide-ide kunci dari suatu teks adalah suatu tenik yang kebanyakan siswa telah belajar pada saat mereka masuk ke perguruan tinggi. Menggarisbawahi, membantu siswa belajar lebih banyak dari teks karena beberapa alasan. Pertama, menggarisbawahi secara pisik menemukan ide-ide kumci. Oleh karena itu membuat pengulangan dan penghafalan lebih cepat dan efisien. Kedua, proses pemilihan apa yang di garisbawahi membantu dalam menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan yang telah ada. Sayangnya siswa tidak selalu menggunakan prosedur menggarisbawahi secara effective. Suatu kesalahan umum adalah menggarisbawahi hampir segala sesuatu. Jelas bahwa cara seperti itu tidak membantu menonjolkan informasi penting atau memungkinkan pengulangan cepat sebelum menghadapi test. Kadang-kadang siswa juga menggarisbawahi informasi yang tidak relevaan. Hal ini khususnya benar terjadi pada siswa-sisiwa sekolah dasar dan SLTP yang mengalami kesulitan menentukan informasi mana yang paling dan kuarang penting.

2)      catatan-catatan pinggir
Membuat catatan-catatan pinggir dan catatan-catatan lain membantu melengkapi garis bawah dan merupakan contoh lain dari strategi menghafal kompleks. Perlu diperhatikan bahwa siswa telah dapat melingkari kata-kata yang tidak dimengerti, menggarisbawahi ide-ide penting, memberi nomor dan membuat daftar kejadian, mengidentifikasi kalimat yang membingungkan, dan menulis catatan-catatan dan komentar-komentar untuk diingat. Strategi mengulang khusunya strategi mengulang kompleks, membantu siswa memperhatikan informasi baru spesifik dan membantu pengkodean. Tetapi strategi ini tidak membantu siswa menjadikan informasi baru lebih bermakna.

2.      Strategi Elaborasi
Strategi elaborasi merupakan strategi belajar kedua. Seperti tersirat pada namanya, elaborasi adalah proses penambahan rincian sehingga informasi baru akan menjadi lebih bermakna, oleh karena itu membuat pemindahan informasi baru dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang dengan menciptakan gabungan dan hubungan antara informasi baru dan apa yang telah diketahui. Pembuatan catatan, menggunakan analogi, dan metode PQ4R adalah tiga strategi elaborasi yang sering digunakan yakni:

1)      pembuatan  catatan
Sejumlah besar informasi diberikan kepada siswa melalui dan demonstrasi  guru. Pembuatan catatan membantu siswa dalam mempelajari informasi ini dengan secara singkat dan padat menyimpan informasi itu untuk ulangan dan hafal kelak. Bila dilakukan dengan benar, pembuatan catatan juga membantu mengorganisasikan informasi sehingga informasi itu dapat diproses dan di kaitkan dengan pengetahuan yang telah ada secara lebih efektif. Sementara itu, sama dengan halnya menggarisbawahi, banyak siswa adalah pembuat catatan kaki yang tidak efektif.
Sejumlah siswa berusaha untuk menuliskan segala sesuatu yang dikatakan guru, sementara siswa lain mengalami kesulitan untuk mengidentifikasi ide-ide penting dan relevan. Di lain pihak, pembuat catatan yang efektif, menangkap ide-ide pokok suatu presentasi dalam kata-kata mereka sendiri dalam bentuk kerangka sedemikian rupa sehingga mereka lebih banyak menyisihkan waktu untuk memahami presentasi dengan mengsintesakan dan merangkum poin-poin ide-ide penting.
2)      membuat analogi
Penggunaan analogi adalah cara lain dalam melakukan elaborasi. Analogi adalah pembandingan yang dibuat untuk menunjukan kesamaan antara ciri-ciri pokok sesuatu benda ide-ide, selain itu seluruh cirinya berbeda, seperti jantung dengan pompa. Berikut ini diberikan dua contoh lain
ü  Otak kita adalah mirip sebuah computer yang menerima dan menyimpan informasi. Pencatat sensori kita adalah mirip keyboard tempat dimana informasi masuk. Informasi ini disimpan di dalam memori jangka panjang otak mirip seperti informasi disimpan didalam hard disc computer
ü  Sekolah adalah seperti pabrik. Siswa adalah masukan mentah yang diproses menjadi hasil akhir, orang-orang terdidik.
Apabila digunakan sebagai suatu strategi belajar, catat bagaimana analogi mengkaitkan ide-ide baru cara-cara bagaimana otak atau sekolah bekerja dengan ide-ide yang telah dipelajari computer atau pabrik.
3)      PQ4R
Strategi elaborasi lain telah lama dikenal guru, yaitu metode PQ4R. Metode ini digunakan untuk membantu siswa mengikat apa yang mereka baca. Mungkin sekali seorang siswa diajari metode ini pada saat di SD atau SLTP. P singkatan dari preview ( Membaca selintas dengan cepat ). Q untuk question (bertanya), dan 4 R singkatan dari Read ( Membaca), Reflect ( refleksi ). Recite ( Tanya jawab sendiri ), dan review ( mengulang secara menyeluruh ). Siswa yang menggunakan PQ4R akan diperintahkan untuk mendekati suatu tugas bacaan.

3.      Strategi Organisasi
            Strategi ini bertujuan membantu siswa meningkatkan kebermaknaan materi baru yang meliputi :
a.       Pembuatan Kerangka (Outlining)          
Pembuatan kerangka menyajikan poin-poin utama dari suatu materi dalam format yang tersusun secara hirarkis. Dalam hal ini siswa belajar menghubungkan beragam topik atau ide-ide kepada suatu ide utama.           
b.       Pemetaan (mapping)   
Pemetaan disebut juga peta konsep yaitu merupakan pendiagraman ide-ide utama dan hubungan-hubungan antara ide-ide utama itu. Peta konsep menyatakan hubungan bermakna antara konsep-konsep dalam bentuk proporsi-proporsi. Setiap proporsi terdiri atas dua konsep yang dihubungkan dengan kata penghubung dan mengandung gagasan yang bermakna.

4.      Strategi Metakognitif           
Strategi metakognitif berhubungan dengan berpikir siswa tentang berpikir mereka sendiri dan kemampuan mereka menggunakan strategi-strategi belajar tertentu dengan tepat. Kebanyakan para ahli sependapat bahwa metakognisi memiliki dua komponen : pengetahuan tentang kognisi, dan mekanisme pengendalian-diri seperti pengendalian dan monitoring kognitif.
Pengetahuan tentang kognisi terdiri dari informasi dan pemahaman yang dimiliki seorang pebelajar tentang proses berfikirnya sendiri disamping pengetahuan tentang berbagai Strategi belajar untuk digunakan dalam suatu situasi pembelajaran tertentu. Pemonitoran kognisi adalah kemampuan siswa untuk memilih, menggunakan, dan memonitor strategi-strategi belajar yang cocok dengan gaya belajar mereka sendiri maupun dengan situasi yang sedang dihadapi.
Metakognitif  berhubungan dengan berpikir peserta didik tentang berpikir mereka sendiri dan kemampuan menggunakan strategi belajar dengan tepat. Metakognisi memiliki dua komponen, yakni pengetauan tentang kognisi dan mekanisme pengendalian atau monitoring kognisi. Metakognisi mementingkan learning how to learn, yaitu belajar bagaimana belajar. Strategi metakognitif merujuk pada teori pemrosesan-informasi yang menujukkan pelaksanaan fungsi, yaitu strategi yang melibatkan perencanaan pembelajaran, perenungan proses pembelajaran pada saat pelaksanaan fungsi berlangsung, memonitor pemahaman dan produk sendiri, dan mengevaluasi pembelajaran setelahmenyelesaikan suatu aktivitas.
Dengan kata lain yang termasuk dalam kelompok strategi metakognitif adalah advance organizer, perhatian yang diarahkan, perhatian terpilih, managemen diri sendiri, perencanaan fungsional, produksi ganda, dan evaluasi diri.            
Strategi metakognitif berhubungan dengan proses berpikir peserta didik tentang berpikir mereka sendiri dan kemampuan menggunakan strategi belajar dengan tepat. Metakognitif memiliki dua komponen yaitu pengetahuan tentang kognisi dan dan mekanisme pengendalian atau monitoring kognisi.         
Metakognitif merupakan istilah umum yang berarti berpikir tentang berpikir. Strategi
ini membuat para peserta didik menyadari proses membaca dan memecahkan masalah. Mereka akan menjdai lebih menyadari ketrampilan yang diperlukan untuk situasi belajar tertentu.

Disamping dapat mengidentifikasi proses atau ketramppilan yang diperlukan untuk melakukan suatu tugas, para peserta didik harus dapat menentukan apakan mereka menggunakan ketrampilan tersebut secaraa benar. Strategi metakognitif ini adalah langkah yang dipakai untuk mempertimbangkan proses kognitif, seperti pemantauan diri sendiri, penilaian diri sendiri, dan pemantapan diri sendiri.         



B.     KESALAHAN-KESALAHAN DALAM BELAJAR          
1. Meremehkan waktu belajar
Banyak siswa sering meremehkan waktu untuk belajar dan sering mengulur-ulur waktu dalam belajar tanpa menyadari pentingnya waktu belajar yang terbuang.
2. Terganggu konsentrasi
            Siswa kadang melakukan aktivitas lain saat belajar yang mengalihkan konsentrasi dan tidak fokus dalam proses belajarnya, misalnya belajar sambil menonton televisi dan membuka sosial media.
3. Belajar hanya di kepala
            Belajar yang menggunakan metode menghafal dan tidak memahami  apa yang ia pelajari.
4. Sistem kebut semalam
Belajar yang hanya dilakukan pada saat tertentu, misalnya besok akan diadakan ujian, maka seorang yang siswa yang menggunakan sistem ini akan tergesa-gesa dalam belajar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar